Timnas U-16 Terpilih Ikut FIBA Asia


Timnas basket U-16 Indonesia bisa tampil di Kejuaraan FIBA Asia 2011 yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Terpilihnya Indonesia karena berhasil menjadi peringkat tiga di SEABA.
Dari Asia Tenggara terpilih empat negara yang diperbolehkan ikut kejuaraan FIBA Asia ini. "Empat negara yang jadi wakil Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam," ucap manajer timnas U-16, Subekti.
Untuk kejuaraan FIBA Asia nanti, 12 pemain yang sudah mewakili Indonesia di SEABA akan dipanggil kembali. meski demikian, bukan berarti posisi mereka di timnas sudah aman.
"Nantinya, kami akan mencari enam pemain lagi. Keenam pemain itu akan kami datangi langsung, kami akan cari dari pemain yang akan ikut kompetisi Popnas di Riau. Setelah dapat 18 pemain, baru kami seleksi lagi jadi 12 pemain," tambah Subekti.
Ikutnya timnas U-16 dalam ajang FIBA Asia merupakan sejarah baru bagi basket Indonesia. "Ini pertama kalinya ada kejuaraan FIBA Asia U-16 dan Indonesia langsung berhasil ikut kejuaraan ini di musim perdananya," ungkap Pimpinan proyek timnas U-16, Danny Kosasih.
Pada kesempatan yang sama, Subekti juga menyerahkan piala peringkat tiga SEABA kepada Ade Bella selaku wakil ketua umum Perbasi.
Tentunya, prestasi ini diharapkan bisa membawa basket Indonesia ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya dan para pecinta basket sangat berharap agar dari olahraga basket, nama Indonesia bisa diharumkan di dunia internasional.

Format Baru Libama Ikut Sistem NCAA


Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) ingin memperbaiki sistem liga basket mahasiswa atau lebih sering dikenal Libama. Wakil ketua umum Perbasi, Ade Bella, mengungkapkan bahwa mereka akan mengadopsi sistem NCAA.
NCAA merupakan liga basket mahasiswa di Amerika yang sistemnya sudah sangat teratur dan banyak melahirkan bibit unggul untuk berlaga di NBA.
"Nanti kami akan membagi Libama menjadi enam wilayah yaitu Banten, Jakarta 1, Jakarta 2, Sumatera Utara, Jabar, dan Jatim (termasuk Indonesia bagian timur)," ucap Ade Bella, Kamis (18/8/11).
"Kami sudah membuka pendaftaran dari 15 Agustus dan akan ditutup 15 September 2011. Sampai sejauh ini diperkirakan sudah ada 70 universitas yang mau berpartisipasi."
Sistem yang baru ini menghilangkan sistem divisi di mana hanya 10 tim saja yang diperbolehkan memperebutkan piala Libama. Dengan sistem yang baru ini diharapkan persaingan basket antarmahasiswa makin meningkat dan membawa keuntungan bagi para pencari bakat untuk mencari bibit muda basket.
"Agar para pencari bakat tidak terfokus pada 10 tim Libama saja, tapi semua tim yang berpartisipasi bisa dilihat," tambahnya.
Sistem yang baru ini nantinya akan disosialisasikan oleh Perbasi dari sekarang agar liga ini bisa berjalan dengan baik pada Oktober mendatang. Workshop nantinya akan diadakan di UPH agar pemain dan pihak yang bersangkutan mengerti aturan dan sistem baru ini.

Fowler Tewas di Australia


Mark Fowler, juara Muay Thai asal Inggris, tewas setelah mengalami cedera kepala usai pertarungan akhir pekan lalu.
Mark Fowler berasal dari Inggris dan merupakan juara kelas ringan Muay Thai Dewan Tinju Dunia (WBC) untuk wilayah New South wales.  Ia pingsan usai pertarungan Sabtu malam dan meninggal dunia Senin malam.
Lawan Fowler saat itu tidak disebutkan. Ia bertarung selama lima ronde sebelum terjatuh.  Fowler (35) selama ini tinggal di Sydney, Australia.
"Ia merupakan juara sejati, seorang olahragawan yang selalu tampil tersenyum dan sangat berhasrat dengan Muay Thai," kata Presiden Muay Thai Asia Pasifik WBC, Pamorn Martdee.
Kematian Fowler menimbulkan pertanyaan tentang faktor keselamatan di olahraga Muay Thai ini. Menteri Olahraga New South wales, Graham Annesley, memerintahkan penyelidikan atas penyebab kematian  Fowler.
Muay Thai merupakan bentuk bela diri yang memperbolehkan penggunaan lengan, tinju, kaki, lutut maupun sikut.

Lengan Spies Mati Rasa


Pebalap tim Yamaha, Ben Spies, sedang berjuang keras dalam terapi untuk mengatasi masalah syaraf yang terjepit, Sabtu (13/8/2011) malam di Brno. Masalah itu membuat lengan Spies mati rasa, dan mengurangi kemampuannya menarik tuas rem dan membelokkan sepeda motor di tikungan.                
Dalam kondisi didera rasa sakit, Spies masih tampil prima di babak kualifikasi dengan merebut  posisi start keempat, di belakang Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner. Kini, pebalap asal Texas, AS, ini sedang berkutat di klinik untuk menjalani terapi sebelum lomba.
"Hari ini, aku tampil lebih baik dari  yang diharapkan dan mendapatkan posisi start yang baik. Aku tidak yakin 100 persen akan dapat memenangi lomba tetapi aku akan melakukan yang terbaik. Setidaknya aku sudah mampu tampil cepat menempati posisi empat saat start," kata Spies.
Spies berharap dirinya cukup beruntung untuk dapat mengikuti dan menyelesaikan lomba. Sepeda motornya dalam kondisi yang baik dan dapat  dipacu dalam kecepatan tinggi. Satu-satunya masalah adalah kondisi fisik Spies sendiri.

Spies Kalahkan Rasa Sakit


Meski didera rasa sakit, pebalap tim Yamaha Ben Spies berhasil menyelesaikan lomba MotoGP seri Ceko di posisi kelima. Spies hampir menyerah setelah putaran kesembilan, tetapi dia menguatkan tekadnya dan menyelesaikan lomba dengan baik.
Sejak Jumat (12/8/2011) lalu, Spies mengeluhkan rasa sakit akibat syaraf leher yang terjepit. Kondisi itu menyebabkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh dan lengan kirinya mati rasa. Spies menjadi kesulitan menarik tuas rem dan menikung dengan miring.
"Ini balapan yang berat. Aku ingin keluar di setiap putaran setelah putaran kesembilan. Namun, aku berusaha sekeras-kerasnya untuk tidak melakukan kesalahan," kata Spies, Senin (15/8/2011) atau Selasa WIB di Brno.
Spies gembira berhasil menyelesaikan lomba dengan hasil yang baik dan tanpa terjatuh. Apalagi Spies tetap berada di depan mantan juara dunia Valentino Rossi dan merebut beberapa poin.
"Ini adalah lomba terberat karena aku harus menanggung gangguan fisik. Namun, aku gembira dengan hasilnya," kata juara dunia Superbike 2009 itu.