Mercedes GP Wujudkan Mimpi Penderita Cacat

Siapa bilang teknologi di F1 tidak bisa menolong sesama. Buktinya, Tim Mercedes GP bisa membantu Mathius James, seorang anak 14 tahun mendapatkan tangan kiri palsu yang dibuat oleh Touch Bionics, penyedia teknologi canggih prostetik.

James yang terlahir tanpa tangan kiri merupakan penggemar berat F1. Dengan kekurangannya tersebut, membuat James berinisiatif menulis surat kepada Mercedes GP yang ditujukan kepada Ross Brawn meminta donasi untuk memperoleh lengan prostetik fungsional i-LIMB yang harganya sulit terjangkau.

Perwakilan teknis tim kemudian menghubungi Touch Bionics untuk memulai diskusi awal bantuan apa yang mereka perlukan untuk membantu James. Timbul niat Brawn dan Touch Bionics untuk saling bertukar ilmu memaksimalkan potensi prostetik guna membantu penderita cacat seperti James dan mengembangkan mobil F1.

“Surat James untuk tim sangat menyentuh dan bermakna tertentu,” kata Brawn di Autosport, Kamis (18/8/2011). “Melihat lebih dekat i-LIMB, kami menyadari bagaimana teknologi kami di F1 memiliki kesamaan dengan yang digunakan untuk membuat tangan palsu yang canggih. Kami mungkin bisa menawarkan sinergi dengan Touch Bionics untuk membantu penelitian berharga mereka,” jelas Tim Prinsipal Mercedes GP tersebut.

“Kami telah bertemu Mathius dan mendengar  langsung bagaimana perangkat baru ini akan meningkatkan kualitas hidupnya adalah sebuah kesenangan, bahwa kontak awal kami kini membawa sebuah kesimpulan positif,” bilang Brawn.

Ducati Terus Kembangkan GP11.1

Senin kemarin, Ducati terus mengembangkan motor Desmosedici GP11.1. Langkah ini dilakukan pabrikan motor di Borgo Panigale bukan hanya untuk musim ini saja, tapi juga untuk jangka panjang.

Seperti diketahui, sejumlah tim MotoGP melakukan tes di Sirkuit Brno, Senin kemarin. Tes ini dilakukan untuk mengembangkan motor mesin berkapasitas 1000cc. Yang mana, rencananya mesin itu akan digunakan untuk musim depan.

Motor Ducati GP11.1 sendiri pertama kali digunakan oleh Valentino Rossi pada MotoGP Belanda. Motor itu merupakan pengembangan sasis dari motor 2012. Sejak saat itu, pabrikan motor asal Italia itu terus mengembangkan motor GP11.1.

Manajer umum Filippo Preziosi dan tim kreatif mesin Ducati membicarakan motor GP11.1. Preziosi menjelaskan, hasil tes itu tidak hanya untuk balapan musim ini saja, tapi juga balapan masa mendatang.

"Perubahan yang kami lakukan selama tes di Brno bertujuan untuk membuat motor menjadi lebih cepat lagi. Sekarang, kami bekerja untuk masa jangka panjang supaya para perancang bisa menemukan generasi motor terbaru," ungkap Preziosi.

"Oleh sebab itu, kami membutuhkan modifikasi yang sangat besar untuk mengevaluasi tingkah laku motor, ketika Anda mencoba melakukan hal seperti ini," lanjut pria asal Italia itu, dilansir dari situs resmi MotoGP, Kamis 

Perayaan 20 Tahun Debut Karir Schumacher

GP Belgia akan menandai perjalanan karir 20 tahun seorang Michael Schumacher di dunia balap F1. Hal ini tentu spesial bagi pembalap Jerman tersebut sehingga dirinya berniat mengundang seluruh paddock untuk berpesta.

Schumacher bukanlah sosok asing di dunia balap F1, karena dirinya sudah masuk jajaran legenda. Bagaimana tidak, tujuh kali dirinya berhasil menggondol juara dunia F1GP bersama Ferrari dan hingga kini belum ada yang bisa menandingi rekornya.

Pria kelahiran Hurth ini mengawali karirnya di F1 dengan membela tim Jordan-Ford di GP Belgia tahun 1991. Walau disebut sebagai ‘Talenta terbaik setelah Stefan Bellof’ oleh jurnalis Jerman usai menjalani sesi kualifikasi, Schumacher gagal menyelesaikan lomba karena masalah kopling.

Pembalap yang akrab disapa Schumi ini kemudian meraih gelar juara dunia perdananya di F1GP 1994 bersama tim Benetton. Tahun 1996, pembalap Jerman ini hijrah ke Ferrari dan berhasil mencetak sejarah disana. Tidak kurang dari lima gelar juara dunia F1 direngkuhnya, yakni pada F1GP musim 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004.

Pembalap yang kini berusia 42 tahun ini sempat menyuarakan keputusan untuk pensiun di tahun 2006. Namun tampaknya dirinya tidak bisa membohongi diri sendiri sehingga memutuskan kembali ke F1 bersama tim Mercedes di tahun 2010 dan tanpa terasa 20 tahun sudah karirnya berjalan sejak pertama kali debut di GP Belgia tahun 1991 silam

“Itu (20 tahun debut perjalanan karir) akan menjadi momen spesial bagi saya. Saya akan mengundang seluruh paddock untuk minum pada sabtu sore,” ujar Schumacher kepada surat kabar Express seperti disitat dari Crash, Rabu (17/8/2011).

Walau karirnya di Mercedes tidak lagi mengkilap seperti dikala masa jayanya bersama Ferrari, nampaknya hal itu bukan halangan bagi Schumacher untuk berpesta. Selamat berpesta, Schumi !
(hmr)

Jari Tangan Nadal Melepuh

 Kasus unik dialami oleh Rafael Nadal. Jari sebelah kanan petenis asal Spanyol itu 'kebakar', saat sedang makan di sebuah restoran. Beruntung, jarinya tidak mengalami cedera parah.

Tapi, setelah kejadian tersebut petenis nomor dua dunia itu terpaksa bermain dengan memakai perban pada dua jari tangan kanannya, tengah dan telunjuk.

"Saya mengalami terbakar. Saya mengalami sebuah insiden kecil pada sebuah restoran beberapa hari yang lalu," jelas Nadal dilansir Reuters, Kamis (18/8/2011).

"Itu hanya sebuah insiden. Hot plate-nya sangat panas sekali dan saya jadi sedikit terbakar," lanjut petenis asal Spanyol itu, mengenai kondisi yang membuatnya tidak nyaman.

Beruntung, insiden itu tidak mengganggu performa Nadal. Dia berhasil melaju ke babak selanjutnya Cincinnati Masters dengan mengalahkan Julien Benneteau 6-4 7-5.

"Sedikit mengganggu. Jika Anda melihat ada jari yang melepuh, Anda bisa bayangkan. Saya akan memperlihatkannya kepada Anda sekarang," tandasnya.

Juara Olimpiade Itu Bunuh Diri


Mantan juara lompat galah Olimpiade asal Perancis, Pierre Quinon, ditemukan bunuh diri di usia 49 tahun. Hal ini diumumkan federasi atletik Perancis, Kamis.
Quinon merupakan peraih medali emas cabang lompat galah di Olimpiade Los Angeles 1984. Sebelumnya, ia memecahkan rekor dunia dengan lompatan setinggi 5.82 meter.
Quinon mengundurkan diri pada tahun 1992 dan kemudian membuka usaha restoran di selatan Perancis.  Meski demikian, ia juga terlibat dalam persiapan penyelenggaraan lomba atletik master di Lyon pada tahun 2015.
Quinon merupakan bagian dari generasi emas atlet lompat galah Perancis yang dilatih Jean-Claude Perrin, termasuk Thierry Vigneron. Quinon mencetak rekor dunia setinggi 5.82 meter saat berlomba di Cologne pada 1982.
Rekor ini kemudian segara dipecahkan oleh Vigneron. Namun, pada Olimpiade Los Angeles 1984, Quinon menjadi orang Perancis pertama yang meraih medali emas lompat galah Olimpiade. Sementara Vigneron merebut medali perunggu.
Polisi masih menyeldiiki alasan Quinon bunuh diri.

Timnas U-16 Terpilih Ikut FIBA Asia


Timnas basket U-16 Indonesia bisa tampil di Kejuaraan FIBA Asia 2011 yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Terpilihnya Indonesia karena berhasil menjadi peringkat tiga di SEABA.
Dari Asia Tenggara terpilih empat negara yang diperbolehkan ikut kejuaraan FIBA Asia ini. "Empat negara yang jadi wakil Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam," ucap manajer timnas U-16, Subekti.
Untuk kejuaraan FIBA Asia nanti, 12 pemain yang sudah mewakili Indonesia di SEABA akan dipanggil kembali. meski demikian, bukan berarti posisi mereka di timnas sudah aman.
"Nantinya, kami akan mencari enam pemain lagi. Keenam pemain itu akan kami datangi langsung, kami akan cari dari pemain yang akan ikut kompetisi Popnas di Riau. Setelah dapat 18 pemain, baru kami seleksi lagi jadi 12 pemain," tambah Subekti.
Ikutnya timnas U-16 dalam ajang FIBA Asia merupakan sejarah baru bagi basket Indonesia. "Ini pertama kalinya ada kejuaraan FIBA Asia U-16 dan Indonesia langsung berhasil ikut kejuaraan ini di musim perdananya," ungkap Pimpinan proyek timnas U-16, Danny Kosasih.
Pada kesempatan yang sama, Subekti juga menyerahkan piala peringkat tiga SEABA kepada Ade Bella selaku wakil ketua umum Perbasi.
Tentunya, prestasi ini diharapkan bisa membawa basket Indonesia ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya dan para pecinta basket sangat berharap agar dari olahraga basket, nama Indonesia bisa diharumkan di dunia internasional.

Format Baru Libama Ikut Sistem NCAA


Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) ingin memperbaiki sistem liga basket mahasiswa atau lebih sering dikenal Libama. Wakil ketua umum Perbasi, Ade Bella, mengungkapkan bahwa mereka akan mengadopsi sistem NCAA.
NCAA merupakan liga basket mahasiswa di Amerika yang sistemnya sudah sangat teratur dan banyak melahirkan bibit unggul untuk berlaga di NBA.
"Nanti kami akan membagi Libama menjadi enam wilayah yaitu Banten, Jakarta 1, Jakarta 2, Sumatera Utara, Jabar, dan Jatim (termasuk Indonesia bagian timur)," ucap Ade Bella, Kamis (18/8/11).
"Kami sudah membuka pendaftaran dari 15 Agustus dan akan ditutup 15 September 2011. Sampai sejauh ini diperkirakan sudah ada 70 universitas yang mau berpartisipasi."
Sistem yang baru ini menghilangkan sistem divisi di mana hanya 10 tim saja yang diperbolehkan memperebutkan piala Libama. Dengan sistem yang baru ini diharapkan persaingan basket antarmahasiswa makin meningkat dan membawa keuntungan bagi para pencari bakat untuk mencari bibit muda basket.
"Agar para pencari bakat tidak terfokus pada 10 tim Libama saja, tapi semua tim yang berpartisipasi bisa dilihat," tambahnya.
Sistem yang baru ini nantinya akan disosialisasikan oleh Perbasi dari sekarang agar liga ini bisa berjalan dengan baik pada Oktober mendatang. Workshop nantinya akan diadakan di UPH agar pemain dan pihak yang bersangkutan mengerti aturan dan sistem baru ini.

Fowler Tewas di Australia


Mark Fowler, juara Muay Thai asal Inggris, tewas setelah mengalami cedera kepala usai pertarungan akhir pekan lalu.
Mark Fowler berasal dari Inggris dan merupakan juara kelas ringan Muay Thai Dewan Tinju Dunia (WBC) untuk wilayah New South wales.  Ia pingsan usai pertarungan Sabtu malam dan meninggal dunia Senin malam.
Lawan Fowler saat itu tidak disebutkan. Ia bertarung selama lima ronde sebelum terjatuh.  Fowler (35) selama ini tinggal di Sydney, Australia.
"Ia merupakan juara sejati, seorang olahragawan yang selalu tampil tersenyum dan sangat berhasrat dengan Muay Thai," kata Presiden Muay Thai Asia Pasifik WBC, Pamorn Martdee.
Kematian Fowler menimbulkan pertanyaan tentang faktor keselamatan di olahraga Muay Thai ini. Menteri Olahraga New South wales, Graham Annesley, memerintahkan penyelidikan atas penyebab kematian  Fowler.
Muay Thai merupakan bentuk bela diri yang memperbolehkan penggunaan lengan, tinju, kaki, lutut maupun sikut.

Lengan Spies Mati Rasa


Pebalap tim Yamaha, Ben Spies, sedang berjuang keras dalam terapi untuk mengatasi masalah syaraf yang terjepit, Sabtu (13/8/2011) malam di Brno. Masalah itu membuat lengan Spies mati rasa, dan mengurangi kemampuannya menarik tuas rem dan membelokkan sepeda motor di tikungan.                
Dalam kondisi didera rasa sakit, Spies masih tampil prima di babak kualifikasi dengan merebut  posisi start keempat, di belakang Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner. Kini, pebalap asal Texas, AS, ini sedang berkutat di klinik untuk menjalani terapi sebelum lomba.
"Hari ini, aku tampil lebih baik dari  yang diharapkan dan mendapatkan posisi start yang baik. Aku tidak yakin 100 persen akan dapat memenangi lomba tetapi aku akan melakukan yang terbaik. Setidaknya aku sudah mampu tampil cepat menempati posisi empat saat start," kata Spies.
Spies berharap dirinya cukup beruntung untuk dapat mengikuti dan menyelesaikan lomba. Sepeda motornya dalam kondisi yang baik dan dapat  dipacu dalam kecepatan tinggi. Satu-satunya masalah adalah kondisi fisik Spies sendiri.

Spies Kalahkan Rasa Sakit


Meski didera rasa sakit, pebalap tim Yamaha Ben Spies berhasil menyelesaikan lomba MotoGP seri Ceko di posisi kelima. Spies hampir menyerah setelah putaran kesembilan, tetapi dia menguatkan tekadnya dan menyelesaikan lomba dengan baik.
Sejak Jumat (12/8/2011) lalu, Spies mengeluhkan rasa sakit akibat syaraf leher yang terjepit. Kondisi itu menyebabkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh dan lengan kirinya mati rasa. Spies menjadi kesulitan menarik tuas rem dan menikung dengan miring.
"Ini balapan yang berat. Aku ingin keluar di setiap putaran setelah putaran kesembilan. Namun, aku berusaha sekeras-kerasnya untuk tidak melakukan kesalahan," kata Spies, Senin (15/8/2011) atau Selasa WIB di Brno.
Spies gembira berhasil menyelesaikan lomba dengan hasil yang baik dan tanpa terjatuh. Apalagi Spies tetap berada di depan mantan juara dunia Valentino Rossi dan merebut beberapa poin.
"Ini adalah lomba terberat karena aku harus menanggung gangguan fisik. Namun, aku gembira dengan hasilnya," kata juara dunia Superbike 2009 itu.

Wenger Ingin Tukar Nasri dengan Tevez



AFP
Carlos Tevez

  -
 Arsenal membuat kejutan. Klub asal London ini tiba-tiba menawarkan Samir Nasri untuk ditukar dengan striker Manchester City, Carlos Tevez.

City memang mengejar Samir Nasri. Bahkan, Jumat (12/8/2011), harusnya sudah ada kesepakatan dan City siap memberi gaji 180.000 pounds (sekitar 2,5 miliar) per pekan. Namun, Arsenal memblokadenya.
Arsenal tak mau kehilangan Nasri begitu saja. Sebab, mereka sudah hampir kehilangan Cesc Fabregas. Maka, agar Arsenal tak hanya kehilangan pemain, tapi juga ingin mendapatkan pemain hebat yang mampu menggerakkan dinamika klub. Maka, "The Gunners" langsung memburu Carlos Tevez yang juga kurang betah di City.
Tevez beralasan, ia ingin dekat dengan keluarganya di Argentina. Jarak London dengan Argentina hanya 200 mil, lebih dekat daripada Argentina-Manchester.
Hanya, City mengharagai Tevez 50 juta pounds (sekitar Rp 696 miliar). Sedangkan Harga Nasri hanya sekitar 25 juta pounds (sekitar Rp 348 miliar). Maka, Arsenal harus menombok. Selain itu, gaji Tevez amat tinggi, yakni 200.000 pounds (sekitar 2,7 miliar) per pekan.
Namun, sebuah sumber dari dalam Arsenal mengatakan, klub tak keberatan menghadapi risiko keuangan jika tukar guling Nasri-Tevez bisa terlaksana.
"Kehadiran Tevez akan menggairahkan klub kembali. Memang, masih banyak yang harus dilakukan. Tapi, jika ada kemauan dari kedua klub, maka pertukaran pemain ini bisa terjadi. Nasri ingin ke City. Sedangkan Tevez ingin keluar dan Wenger membutuhkan bintang baru agar semua orang tetap mendukungnya," kata sumber itu kepada The Sun.

Stoner Dapat Melebihi Doohan



AFPPebalap Repsol Honda, Casey Stoner

  — 
Juara Dunia MotoGP 1993, Kevin Schwantz, memperkirakan, pebalap tim Repsol Honda Casey Stoner akan melebihi prestasi legenda balap Australia, Mick Doohan, pada MotoGP. Stoner yang juga berasal dari Australia itu telah memenangi 28 seri, termasuk yang terakhir di Sirkuit Laguna Seca.
"Dengan dukungan dan penampilan yang ada saat ini, Stoner akan melampaui pencapaian Doohan yang telah memenangi 54 seri MotoGP," kata Schwantz, Jumat (5/8/2011), di Texas.
Doohan mendominasi MotoGP pada periode 1994-1998. Karier Doohan berakhir saat dia mengalami cedera pada latihan bebas di Sirkuit Jerez, tahun 1999.
"Seperti Doohan pada awal kejuaraannnya, Stoner sangat dominan dan kuat. Stoner masih muda dan dapat mengalahkan prestasi Doohan jika dia tetap sehat. Hal terburuk bagi Doohan adalah Stoner akan menjadi pebalap Australia lain yang mengalahkan rekornya," kata Schwantz.
Schwantz memuji pencapaian Stoner. Schwantz memenangi seri MotoGP pertamanya tahun 1988 pada usia 24 tahun. Adapun Stoner baru berusia 25 tahun, tetapi sudah memenangi 28 seri.

Manny Pacquiao Kehilangan Pekerjaan


AFP/GABRIEL BOUYS
Petinju Filipina, Manny Pacquiao,
  — Pelatih tinju Freddie Roach mengatakan, hanya soal waktu saja Manny Pacquiao akan menggantung sarung tinju dan konsentrasi di dunia politik.
"Kita akan segera kehilangan Manny Pacquiao yang pasti akan beralih ke politik"
Pacquiao (32) merupakan anggota Kongres dari hasil Pemilu 2010 dan kini tengah berkonsentrasi akan menghadapi petinju asal Meksiko, Juan Manuel Marquez.
"Kita akan segera kehilangan Manny Pacquiao yang pasti akan beralih ke politik," kata Roach. "Ini hanya persoalan waktu."
"Beberapa hari setelah latihan, Manny datang kepada saya," kata Roach. "Ia mengaku rindu dengan pekerjaannya. Saya katakan, 'Kamu sedang bekerja', dan ia mengatakan, 'Bukan, pekerjaan saya di Kongres'," ungkapnya.
Roach bahkan menyebut, kemungkinan Pacquiao akan mundur lebih cepat dari yang dicanangkannya, yaitu tahun 2013.

Ducati Takkan Uji Coba Mesin 1.000 CC di Brno



AFP/JEAN FRANCOIS MONIERPebalap Ducati, Valentino Rossi, sedang memperhatikan motornya.

  — Ducati memilih untuk tidak melakukan perbandingan head-to-head dengan dua rivalnya, Honda dan Yamaha, pada uji coba mesin 1.000 cc. Kepastian ini menyusul keputusan tim Italia tersebut, yang akan memakai mesin 800 cc pada latihan resmi, Senin (15/8/11), sehari setelah balapan di Brno, Ceko.
Filippo Preziosi akan ada pada hari Senin, dan kami akan melanjutkan pengembangan GP11.1 bersama Valentino dan Nicky.
-- Vittoriano Guareschi
Namun, hal tersebut tak terlalu mengejutkan, mengingat Ducati sudah lima kali melakukan uji coba mesin 2012 tersebut dari total delapan hari uji coba dengan pebalap MotoGP, yang diizinkan selama tahun ini. Bandingkan dengan Honda yang baru dua kali, sedangkan Yamaha belum pernah.
Pada tes 1.000 cc sebelumnya, semua pabrik melakukannya secara privat. Akan tetapi, kali ini, seusai GP Ceko, mereka secara resmi akan menggunakan mesin tersebut di trek. Hanya Honda dan Yamaha yang mengonfirmasi akan menggunakan kesempatan mencoba motor 2012 miliknya.
Sementara itu, Ducati memutuskan bahwa dua pebalapnya, Valentino Rossi dan Nicky Hayden, akan "mendedikasikan hari itu untuk bekerja pada mesin 800 cc".
"Tim uji mencoba beberapa sistem elektronik yang sudah ditingkatkan di Mugello, dan kami akan menggunakannya pada uji coba pasca-balapan di Brno untuk terus meningkatkan pengesetan dan mengurangi kesenjangan dengan kelompok di depan," ujar manajer tim, Vittoriano Guareschi.
"Filippo (Preziosi) akan ada pada hari Senin, dan kami akan melanjutkan pengembangan GP11.1 bersama dengan Valentino dan Nicky."
Pada balapan akhir pekan ini, Rossi akan tetap mencoba GP11.1 yang sudah dipakai sejak GP Belanda 25 Juni lalu, sedangkan rekan setimnya, Hayden—yang juga sudah mencoba GP11.1 pada latihan bebas pertama di Laguna Seca—menyatakan keinginannya untuk menggunakan GP11.
"Tentu saja tes pada hari Senin akan sangat penting bagi kami. Saya mungkin akan tetap menunggang GP11 pada balapan dan kemudian mencoba motor baru pada hari Senin," ujar pebalap Amerika ini.
Performa Rossi dan Hayden sepanjang musim 2011 ini tak terlalu memuaskan. Mereka akan melakoni seri ke-11 (dari total 18 seri) di Brno ini dengan posisi kelima dan ketujuh di klasemen sementara, dan masing-masing baru satu kali naik podium.

Target Rossi di Brno



AFP/JORGE GUERREROPebalap Ducati, Valentino Rossi.

  — Valentino Rossi menatap balapan akhir pekan ini di Brno, Ceko, dengan perasaan yang gembira. Pasalnya, "The Doctor" akan datang ke sirkuit yang penuh kenangan dalam kariernya di ajang balap motor.
Meskipun hanya liburan pendek, tapi waktu itu cukup untuk mengembalikan kondisi dan mengisi kembali baterai yang sudah habis akibat ketatnya kompetisi.
-- Valentino Rossi
Di Brno inilah Rossi untuk kali pertama meraih kemenangan pada musim pertamanya di kelas 125 cc pada tahun 1996 setelah menempati posisi pemuncak. Setahun kemudian, Brno pula yang menjadi saksi Rossi merengkuh trofi juara dunia kelas 125 cc yang merupakan gelar pertama dari total sembilan gelar juara dunia yang diraihnya hingga sekarang. Kemenangan terakhirnya di Brno berlangsung pada musim 2009 bersama Yamaha.
Namun kali ini, Rossi datang dengan target yang mungkin tidak seperti sebelumnya. Lantaran performa Ducati GP11.1 tunggangannya yang tidak menjanjikan, peraih lima kemenangan GP Ceko ini hanya ingin berusaha memangkas jarak dengan para pebalap di depan.
Pebalap asal Italia ini mau memperbaiki hasil buruk di Laguna Seca, yang menjadi seri terakhir putaran pertama. Pada GP Amerika Serikat tersebut, Rossi berhasil masuk finis di urutan keenam, tetapi dia tertinggal 30 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang memenangi lomba tersebut.
"Setelah tampil di Laguna, saya mengambil beberapa hari untuk liburan, di pantai dekat rumah. Meskipun hanya liburan pendek, waktu itu cukup untuk mengembalikan kondisi dan mengisi kembali baterai yang sudah habis akibat ketatnya kompetisi," ujar Rossi, yang saat ini berada di peringkat lima klasemen sementara, dan mulai mendapat tekanan dari pebalap yang menggantikan posisinya di Yamaha, Ben Spies.
"Sekarang kami akan menghabiskan pertengahan Agustus yang indah ini di Brno. Jujur, saya selalu senang pergi ke sana. Saya suka treknya, bukan hanya karena sangat bagus, luas, dan cepat, serta selalu tampil baik di sana. Brno juga tempat yang spesial sejak pertama kali saya meraih posisi pemuncak dan kemenangan pertama, serta untuk kali pertama menjadi juara dunia."
"Selama balapan akhir pekan dan tes pada hari Senin, kami akan terus berkonsentrasi pada pengesetan motor, dengan tujuan utama adalah memangkas kesenjangan dengan kelompok di depan," simpul pemilik nomor 46 tersebut, yang baru satu kali naik podium dari 10 kali balapan pertamanya bersama Ducati.

Rossi Bikin Stoner-Lorenzo Prihatin



AFPValentino Rossi (kanan)

  - Performa Valentino Rossi yang sangat buruk dalam debutnya bersama Ducati pada MotoGP 2011 ini mengundang keprihatinan. Banyak kalangan yang terkejut dengan apa yang diraih "The Doctor", termasuk dua rivalnya yang sedang bersaing ketat memperebutkan gelar juara dunia musim ini, Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.
Kecepatannya masih ada, sehingga mereka hanya perlu mencari tahu apa yang salah dengan motornya. Tapi saya sangat berharap mereka bisa semakin dekat
-- Casey Stoner
Memang harus diakui, Rossi belum mampu menaklukkan Desmosedici tunggangannya dan sangat tidak kompetitif. Konsekuensi logisnya, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut terpuruk dan hampir pasti terlempar dari persaingan mengejar trofi juara dunia.
Prestasi Rossi sangat bertolak belakang dengan apa yang dicapai Stoner, ketika masih menjadi skuad tim yang bermarkas di Bologna tersebut. Selama empat tahun menunggang Desmosedici, pebalap Australia ini meraih 23 kemenangan dan sukses membawa Ducati untuk pertama kalinya menyabet gelar juara dunia pada tahun 2007.
Namun di bawah kendali Rossi, Ducati justru terpuruk dan belum pernah meraih kemenangan. Tampaknya, pebalap Italia tersebut belum memberikan dampak yang signifikan, seperti yang diharapkan. Buktinya, sejak memutuskan untuk keluar dari Yamaha pada akhir musim lalu, Rossi nyaris tak pernah bisa bersaing untuk naik podium, apalagi meraih kemenangan--baru satu kali menjadi peringkat tiga. Sebuah kampanye yang mengecewakan!
Inilah yang membuat Stoner, yang meraih tiga kemenangan dari enam balapan terakhir bersama Ducati pada 2010, sebelum hengkang ke Repsol Honda, sangat terkejut. Juara dunia 2007 ini mengaku bingung untuk menjelaskan mengapa Rossi sulit mentransfer ilmunya.
Stoner, yang telah memenangkan lima dari 10 balapan tahun 2011 bersama Honda, termasuk kesuksesan besar di Laguna Seca akhir bulan lalu, mengatakan: "Saya tahu motor ini dari musim lalu, tapi sekarang dia berada di motor yang sudah mereka kembangkan sendiri, sehingga saya tidak tahu, karena saya belum pernah menunggangnya. Ini adalah motor yang mereka pikir akan menjadi langkah maju.
"Ini adalah motor yang sulit untuk ditunggang, tapi saya bisa meraih kesuksesan selama beberapa tahun terakhir, meskipun tidak seperti yang kuinginkan. Saya juga membuat beberapa kesalahan.
"Tapi ini mengejutkan, karena bakat Valentino jauh lebih baik dari ini, dan saya yakin jika masih di Yamaha, dia pasti sedang mendorong untuk meraih kemenangan.
"Kecepatannya masih ada, sehingga mereka hanya perlu mencari tahu apa yang salah dengan motornya. Tapi saya sangat berharap mereka bisa semakin dekat."
Hal senada juga diungkapkan Lorenzo, mantan rekan setim Rossi di Yamaha. Pebalap Spanyol tersebut, yang kini berada di peringkat dua klasemen sementara dan terpaut 20 poin dari Stoner, merasa sangat terkejut dengan performa Rossi pada 10 seri perdananya bersama Ducati.
Padahal, juara dunia 2010 tersebut punya harapan yang besar bahwa dengan keputusan Ducati menggaetnya dengan bayaran sangat tinggi, Rossi bisa menghadirkan sebuah hasil yang menjanjikan. Dengan demikian, persaingan musim 2011, yang tersisa delapan seri lagi, bakal ketat dan seru.
Sayang, kenyataannya jauh berbeda dari apa yang dikira Lorenzo. Sejauh ini, Rossi baru satu kali naik podium di Le Mans, itu pun karena terjadi insiden kontroversial antara Marco Simoncelli dan Dani Pedrosa, yang membuat Rossi bisa mengambil keuntungan.
"Performa Valentino cukup mengagetkanku," ujar Lorenzo, yang menjadi tandem Rossi antara 2008 dan 2010.
"Saya pikir dia akan lebih banyak berada di depan, setidaknya untuk naik podium. Tetapi saat ini dia hanya satu kali naik podium, dan itu pun karena dua pebalap di depannya jatuh.
"Saya heran dengan penampilan Valentino, karena kadang-kadang pebalap lain seperti (Randy) de Puniet atau (Karel) Abraham bisa lebih cepat darinya.
"Tapi saya juga terkejut dengan performa Casey yang dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir bersama Ducati. Saya terkejut karena dia mampu meraih banyak kemenangan dan bertarung untuk mengejar gelar juara dunia, sedangkan para pebalap lain begitu kesulitan dengan motor itu.
"

Mengejutkan! Rossi Bakal Pindah ke Honda



AFP/KARIM JAAFARPebalap Ducati, Valentino Rossi.
 — Sebuah rumor mengejutkan bergulir menjelang GP Ceko pada akhir pekan ini. Pebalap Ducati, Valentino Rossi, dikabarkan akan pindah ke Honda pada MotoGP musim depan karena sudah frustrasi mengatasi performa buruk Desmosedici.


Selain dari lelucon tersebut, saya harus tegaskan bahwa tahun depan saya akan tetap membalap untuk Ducati. Itu tak perlu diragukan lagi.
-- Valentino Rossi
Mendengar berita miring tersebut, Rossi hanya bisa tertawa. "The Doctor" juga meledek pebalap Yamaha World Superbike, Marco Melandri, yang mengembuskan kabar bohong tersebut. Melandri mengatakan bahwa juara dunia sembilan kali balap motor tersebut sudah mengontak bos tim Honda, Fausto Gresini, tentang kemungkinan dirinya pindah ke HRC pada musim 2012.
Rossi, yang meninggalkan Honda pada akhir tahun 2003 untuk pindah ke tim pabrik Yamaha, membantah spekulasi yang muncul pada malam akhir pekan ini menjelang GP Ceko di Sirkuit Brno. Dia justru kaget ketika mengetahui kabar burung tersebut.
"Saya membaca, terutama tentang sesuatu dari manajer baruku, bahwa pebalap superbike Marco Melandri yang tahu dengan baik tentang keputusanku mengenai tahun depan. Akan lebih baik jika Anda berbicara kepadanya," ujar Rossi, ketika ditanya apakah dirinya sudah mengetahui kabar tersebut.
Memang harus diakui, performa Rossi dalam debutnya bersama Ducati pada musim 2011 ini sangat buruk. Dari 10 seri yang sudah dilakoninya, pebalap berusia 32 tahun tersebut baru satu kali naik podium di Le Mans, itu pun karena dua pebalap di depannya mengalami kecelakaan. Padahal, Rossi digaet dengan harga mahal untuk memperbaiki kinerja tim yang bermarkas di Bologna tersebut.
Tak heran jika muncul kabar miring itu. Rossi ditengarai ingin mengakhiri mimpi buruknya bersama Ducati. Namun, juara dunia tujuh kali MotoGP ini menegaskan bahwa dirinya menghormati kontrak dengan Ducati sehingga tak ada alasan untuk hengkang.
"Selain dari lelucon tersebut, saya harus tegaskan bahwa tahun depan saya akan tetap membalap untuk Ducati. Itu tak perlu diragukan lagi. Saya sudah menandatangani kontrak sehingga situasinya 100 persen jelas dan tentu saja saya akan tetap bersama Ducati, jika Melandri setuju."
Rossi saat ini berada di peringkat lima klasemen sementara dengan torehan 108 poin. Tetapi, performanya dalam tiga balapan terakhir tak terlalu memuaskan karena tidak pernah bisa lebih tinggi dari posisi enam. Dengan delapan seri tersisa, Rossi tertinggal 85 poin dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang berada di puncak.

Rossi Bikin Sponsor Tetap Senang



AFP/SAEED KHANPebalap Ducati, Valentino Rossi, sedang berbicara dengan anggota timnya.

  - Ducati menepis spekulasi yang menyebutkan bahwa para sponsor besarnya kecewa dan bakal "lari", menyusul performa buruk Valentino Rossi pada MotoGP musim 2011 ini. Tim Italia ini menegaskan bahwa mereka tetap mendapat dukungan untuk bisa bangki.
Kami tidak punya hal besar tentang masalah sponsor. Kami harus terus bekerja dan tidak menyerah, baik di trek, dan yang terutama di pabrik
-- Alessandro Cicognan
Memang, ketika Ducati menggaet Rossi pada akhir musim lalu, harapan tinggi pun disematkan kepada juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut agar kembali membawa tim ini meraih kesuksesan. Ternyata hasilnya sangat di luar dugaan, karena performa "The Doctor" sangat buruk. Dari total 10 seri yang sudah dilakoni, juara dunia sembilan kali balap motor tersebut baru satu kali naik podium.
Setali tiga uang, rekan setim Rossi, Nicky Hayden, yang sudah masuk skuad tim yang bermarkas di Bologna itu sejak 2009, juga baru satu kali naik podium. Tak heran jika muncul rumor yang menyebutkan bahwa perusahaan rokok Phillip Morris, yang sudah menjadi sponsor utama sejak 2003, merasa kecewa. Perusahaan raksasa tersebut, yang sudah menginvestasikan dana jutaan poundsterling, menuntut Ducati untuk segera bangkit.
"Orang pertama yang tidak puas dengan hasil-hasil yang diraih adalah Ducati, Valentino dan Nicky," ujar bos Alessandro Cicognani kepada Motorcycle News. "Semua mitra sangat mendukung kami. Mereka tahu bahwa kami sedang bekerja keras dan hanya ini cara kami tahu--bekerja keras dan memecahkan sejumlah masalah untuk mendapatkan yang lebih baik.
"Kami tidak punya hal besar tentang masalah sponsor. Kami harus terus bekerja dan tidak menyerah, baik di trek, dan yang terutama di pabrik."
Sebenarnya, Ducati sudah mencari jalan untuk mengatasi kendala yang dihadapi sejak awal musim. Mereka memberikan motor baru Desmosedici GP11.1 kepada Rossi, yang dipakainya sejak GP Belanda 25 Juni lalu. Tetapi, hasil yang diperoleh justu mengecewakan, karena dalam empat balapan dia konsisten terpaut sekitar 30 detik dari kecepatan pebalap yang jadi pemenang. Padahal ketika menggunakan GP11, dia biasanya hanya tertinggal 15 detik--dan hanya tujuh di Catalunya.
Buruknya performa Rossi bersama Ducati mengundang banyak keprihatinan. Mantan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, juga sangat terkejut dengan raihan Rossi, yang saat ini berada di peringkat lima klasemen sementara. Juara bertahan asal Spanyol tersebut, yang saat ini berada di peringkat dua, mengatakan: "Penampilan Valentino mengejutkanku. Saya pikir dia akan semakin di depan, setidaknya meraih banyak podium.
"Tapi saat ini dia hanya bisa meraih satu podium dan itu hanya karena dua pebalap di depannya jatuh... Pebalap-pebalap seperti Randy de Puniet atau Karel Abraham kadang-kadang bisa lebih cepat dari dia.
"Tapi saya juga terkejut dengan penampilan Casey dalam beberapa tahun terakhir dengan Ducati... dia mampu memenangkan beberapa balapan dan bertarung untuk meraih gelar juara dunia, sementara semua pebalap lain begitu kesulitan dengan motor itu."
Stoner, yang kini memimpin klasemen sementara dengan raihan 193 poin, meninggalkan Ducati pada awal musim ini, untuk bergabung dengan Repsol Honda. Pebalap Australia ini menjadi orang paling sukses di Ducati, karena menjadi juara dunia pada 2007.
"Saya belum pernah menunggang motornya. Ini adalah motor yang mereka pikir akan menjadi sebuah langkah maju," ujar Stoner, yang unggul 20 poin atas Lorenzo.
"Saya yakin, jika dia masih di Yamaha, dia akan mendorong untuk meraih kemenangan.
"

Ben Spies Didera Sakit Leher


CRASHBen Spies 

  
— Pebalap tim Yamaha, Ben Spies, mengeluhkan sakit leher akibat saraf yang terjepit saat menjalani sesi latihan bebas pertama dan kedua, Jumat (12/8/2011). Namun, Spies mengaku gembira dengan urutan keenam yang dicapainya di sesi latihan itu.         
"Hari ini cukup baik, dan saya gembira dengan hasil itu. Saya mendapat masalah saraf yang mengecil di leher, dan harus berjuang untuk mengatasinya saat di sepeda motor. Hasilnya tidak terlalu buruk, tetapi saya tidak dapat menempuh beberapa lintasan sekaligus," kata Spies.         
Posisi Spies masih satu tingkat di atas posisi mantan juara dunia Valentino Rossi, yang berada di urutan ketujuh.
Meskipun gembira, Spies mengaku bahwa seharusnya dia dapat lebih cepat jika dapat menempuh beberapa putaran sekaligus, tidak satu demi satu putaran.         
"Kami harus menjalani terapi fisik sampai dua hari ke depan agar nyaman saat berlomba. Saya agak optimistis untuk mengubah keadaan di hari Minggu (14/8/2011)," kata Spies. (Autosport
)

Mike Tyson Masih Laku



Mike Tyson
  — Meski Mike Tyson telah pensiun dan kini berusia 45 tahun, sosoknya masih diinginkan oleh para pengagumnya.
Mereka yang berusia di atas 40 tahun pasti masih ingat bagaimana ia mempermainkan lawan-lawannya.
-- Bobby Mintz
Dalam acara jumpa penggemar di Chicago akhir pekan lalu, para penggemar Tyson masih mau mengantre untuk mendapatkan tanda tangan mantan juara dunia tinju kelas berat tersebut.
Mereka bahkan rela mambayar biaya hingga 250 dollar AS (lebih dari Rp 2 juta) untuk mendapatkan tanda tangan petinju yang mendapat julukan "Iron" Mike Tyson tersebut. Mereka bahkan mau membayar sejumlah itu hanya untuk mendapatkan foto bersama petinju yang pernah dijuluki "Manusia Terjahat di Dunia" itu.
"Orang-orang menginginkan tanda tangannya. Ia adalah salah satu ikon Amerika. Mereka yang berusia di atas 40 tahun pasti masih ingat bagaimana ia mempermainkan lawan-lawannya," kata Bobby Mintz, penyelenggara acara.